Suara hatiq….
# Suara hati di saat penulis sedang mengalah dalam asmara.demi sahabat:
Tak semua manusia dapat memahami Arti sahabat, namun bagiku sangatlah berarti .
Andai ku harus memilih antara cinta dan persahabatan.
Maka persahabatan bagiku yang paling utama.
Tapi dapatkah dia memahami aku,…?
Taukah dia siapa aku…?
Namun ku tak pernah hiraukan itu.
Walau terkadang sahabatku telah menusukku dari belakang.
Merampas apa yang telah di genggamanku.
Dan membunuh cintaku, hanya karena sank dewi.
Ku hanya bias pasrah demi sahabat.
# Suara hati di saat penulis sedang di landa masalah dengan temannya yang selama ini telah di anggap saudara:
Di wajahku masih ter tampak sejuta hiasan senyuman.
Namun hatiku masih saja menangis dan menjerit.
Di saat sepi seperti ini, ku rasa hidup bagaikan lilin yang lelah memberi cahaya.
Seolah sudah tak kuat lagi dikala sepi dan angina menerpa.
Ya tuhan….. sampai kapankah sepi ini kan menjadi hiasan malam ku,,,,
Berilah hambamu ini ketabahan, kembalikanlah mereka yang selalu memberikan percikan disaat sinarku mulai kekelahan.
# Suara hati di saat penulis sedang Clbk bersama mantannya….
Sepiku hilang semenjak kehadiranmu,,,,,,
Hariku bagaikan sinar pelangi myangindah penuh dengan warna.
Dan hariku sunyi bagaikan malam yang gemerlap tanpa cahaya di kala kau tiada.
Kau dapat mengembalikan senyumku yang hilang bersama kehadiranmu yang tlah lama menghilang.
Mungkinkah aku rela melepas senyumku yang hanya sesaat ini,,,,,?
Yang mengiuti arahmu….
Kaulah insane yang berkuasa di dalam kehidupanku.
Yang dapat mendenyutkan nadiku dikala istirahat panjang,
Mendetakkan jantungku dikala berhenti.
Senyum nan tawaku itu karenamu.
Karena aku untukmu.
To my love……
# Suara hati di saat penulis sedang galau akan kekasihnya….
Di pagi hari Ku duduk dan merenung akan seorang diri
Sejuta nyanyian rindu terniang di telingaku
Kicau burung yang senantiasa menghiburku.
Namun tak dapat mengembalikan senyumku yang tlah
Terhempas badai kenistaan.
Mungkin terlalu dalam sank dewi menguras rasaku….
Hingga bibirku ini seakan terkunci
Tuk membuka secuil senyum.
Ku tau harus kemana lagi ku buang kepedihan ini.
Sedangkan lautan cinta sudah tak sanggup memberi keabadian cintanya.
Walau tlah ku bawa ke danau asmara,
Semuanya kan sia-sia saja.
Karena jiwa dan ragaku telah di fonis oleh cintanya.
# Suara hati di saat penulis sedang memutuskan hubungannya di saat kekasihnya mendua.
Ku pejamkan mata ini agar ku bias pasrah dan tak meneteskan air mata di saat kepergianmu.
Ku tutup mulu ini ,agar ku tak bias memanggilmu di saat kau melambaikan tanganu.
Ku tutupi kedua telingaku agar tak mendengar tangismu disaat kau akan pergi.
Ku genggam ke dua tanganku agar ku dapat melepasmu.
Dan ku ikat kaki ini dengan kedua rantai keiklasan agar ku tak dapat mengejarmu.
Semua ini ku lakukan dengan rasa terpaksa, hanya demi dia.
Walau di dada telah membara sekobar api kesedihan,
Namun ku harus merelakanmu untuknya.
Karena dirimu untuknya bukan milikku.
# Suara hati di saat penulis sedang tau kalau wanita pujaannya membagi cintanya tuk laki-laki lain.
Kau membukakan pintu hatiku ini yang awalnya mati
Tiba-tiba bangkit kembali.
Setelah musnah cinta yang pertama.
Yang menghilang tiada tanda.
Kini ku merasa sangatlah kecewa.
Dulu kau menangis dan bersimpuh di kakiku,mengharap cinta dariku.
Namun setelah ku serahkan smua jiwa dan ragaku.
Malau kau menghancurkan pula.
Mungkinkah harus tutup pintu hati ini
Untuk cintamu.
# Suara hati di saat penulis sedang menyesal karenah telah membuat marah orang yang telah di anggap pengganti adiknya yang telah pergi mendahuluinya.
Malaikat kecilku kini tlah tiada lagi,
Yang tiap menjelang pagi selalu membangunkan aku
Di dalam mimpi buruk ku.
Yang selalu mengembalikan senyum pagiku dikala ku sedih.
Tapi kini hilang entah kmana .
Sedangkan diriku merasa larut senyumku dikala dia tiada.
Entah kenapa dan dosa apa yang ku lakukan, ku juga tak tau.
Ku coba tuk bertanya pada rumput yang bergoyang,tapi dia hanya melambaylambay.
Tuhan….. kmbalikanlah malaikat kecilku,
Karena kehadirannya telah menjadi semangat pagiku….
By: M.hendra
Tidak ada komentar:
Posting Komentar